Preventif Flu Babi
Sabtu, Mei 09, 2009 | Author: Ibnu Suwandi
Detik.com Kamis, 07/05/2009 Jakarta - Badan kesehatan dunia WHO bertindak sigap dan cepat dengan menaikkan tingkat kewaspadaan menjadi siaga 4 terhadap serangan virus baru yang dikenal dengan virus Flu Babi karena penyebarannya sudah pada tahap manusia ke manusia. Cepat dan sudah mulai banyak memakan korban.

Banyak negara mewaspadai penularan cepat penyakit ini. Salah satunya pemerintah Mesir. Meskipun belum ada tanda-tanda bahwa virus ini memasuki wilayah Mesir.

Pemerintah bertindak cepat dengan memerintahkan langsung memotong seluruh babi yang ada di peternakan untuk selanjutnya dijual ke pasaran. Dengan begitu pemerintah tidak dibebani dengan kompensasi yang harus diberikan kepada para peternak babi.

Di Indonesia pemerintah melakukan tindakan pencegahan dengan melakukan pemeriksaan sampel darah 7,2 juta populasi babi. Memperketat dan mengawasi lalu lintas perdagangan babi hidup dan daging babi segar. Bahkan, Menteri Perdagangan menerbitkan SK Mendag No 1977/KPTS/PD.620/IV/2009
tentang pelarangan sementara impor daging babi dan produknya.

Menteri Kesehatan dalam pernyataannya menyatakan bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu panik atau khawatir karena tipe virus ini tidak dapat hidup di Indonesia yang beriklim tropis. Pernyataan itu diamini seorang ahli penyakit dalam Indonesia.

Namun, pernyataan ini bisa dinilai terlalu dini. Ketika badan kesehatan dunia WHO menaikkan tingkat kesiagaan terhadap virus Flu Babi (H1N1) justru pemerintah mengatakan bahwa virus ini tidak dapat hidup di Indonesia yang beriklim tropis.

Apakah klaim pemerintah bahwa virus H1N1 ini tidak dapat hidup di Indonesia bisa dibuktikan.

Peneliti dari Universitas Udayana Bali menemukan bahwa pada tahun 1918 diketahui ternyata virus tipe H1N1 ini pernah menyerang Indonesia dan menyebabkan sekitar 30 ribu penduduk Bali meninggal. Tentunya kenyataan ini berbeda dengan pernyataan pemerintah yang mengatakan bahwa tipe virus ini tidak dapat hidup di Indonesia.

Belum ada dana khusus dari pemerintah untuk pencegahan dan penanganan virus Flu Babi ini karena masih ada sisa anggaran dana untuk penanganan virus Flu Burung. Begitu pernyataan Menteri Keuangan. Pemerintah seolah mempertaruhkan nyawa dan kesehatan masyarakat Indonesia di atas meja judi.

Lihat saja pernyataan Menteri Kesehatan yang ternyata bertolak belakang dengan hasil penelitian dari Universita Udayana Bali. Juga sistem keamanan di bandara terutama bandara international tempat keluar masuknya manusia dari seluruh penjuru dunia yang masih juga dipertanyakan tingkat validitasnya. Karena, masih terkesan seadanya dan sekedar formalitas belaka.

Jangan sampai keterlambatan penanganan virus Flu Burung yang menyebabkan banyaknya nyawa melayang kembali terulang. Karena, kurang cepat dan tanggapnya pemerintah dalam melakukan tindakan preventif sebab nyawa dan kesehatan masyarakat yang menjadi taruhannya


http://suarapembaca.detik.com/read/2009/05/07/183611/1128053/471/preventif-flu-babi
This entry was posted on Sabtu, Mei 09, 2009 and is filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments: