Sebuah fakta yg bisa jadi masuk dalam hitungan dosa Sby dan pemerintahannya, juga seluruh anggota DPR negeri ini mereka semuanya punya andil dalam satu dosa besar kemanusiaan yang satu ini. Ada suara kematian ditengah hiruk pikuk pembelian pesawat kepresidenan. Ada tangis kelaparan ditengah mewah dan mahalnya mobil para menteri. Ada tanggung jawab keadilan yang yg di bangkaikan ditengah rencana pembangunan gedung baru DPR. Ada keperihan dan pengorbanan yang dibuang ketempat sampah ditengah tawa dan ramainya Sby dan para menterinya saat bergadang menonton final piala dunia.
Apa yang mereka pemerintah lakukan selama ini, bagaimana mungkin nasib para pengungsi yang sudah 11 tahun itu tak juga berubah bahkan semakin mengenaskan?.
Kickandy mengangkat kisah mereka dalam ”Tanah Air Beta”, tak terasa air mata ini mengalir ketika menyaksikan acara tersebut dan melihat sebuah penderitaan yang disebabkan cinta tanah air. Sedangkan Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen dengan Alenia productionnya mengangkat cerita dan penderitaan mereka demi merah putih dalam sebuah film yang juga berjudul ”Tanah air beta”. Semoga Sby dan para menterinya juga siap bergadang menonton film ini.
Salahkah mereka yang mengorbankan segalanya demi merah putih, demi sebuah kecintaan kepada tanah air yang diwujudkan begitu nyata ?.
Tak bisa dibayangkan beratnya berpisah dan meninggalkan tanah kelahiran, tapi itu tak mengurungkan niat para “pahlawan” sejati, mereka yang lebih memilih mencintai Indonesia dan berkorban demi merah putih.
Setelah ini akankah ada berita, Sby dan para menterinya bergadang demi memikirkan nasib para pengungsi Timor-Timur ?
2 tahun yang lalu

0 comments: