Petani oh Petani, TNI oh TNI ….
Senin, Juli 19, 2010 | Author: Ibnu Suwandi
Pekerjaan yang berbeda tempat dan cara kerjanya tapi sama-sama menduduki posisi penting sebagai garda depan bangsa kita Indonesia.Sebagai penjaga keamanan dan kedaulatan bangsa Indonesia baik didarat udara dan laut TNI adalah garda terdepan, dengan kata lain penanggung jawab pertahanan dan keamanan bangsa ini ada dipundak mereka dengan taruhan seluruh jiwa dan raganya.

Kelangsungan pangan, keberadaan dan ketersediaan bahan2 pokok pangan adalah ”tugas” petani, sebagai garda depan yang secara tidak langsung bertanggung jawab atas ketersediaan dan keberlangsungan mata rantai makanan di negara kita Indonesia ini khususnya. Mulai dari padi, sayur mayur, peternakan dll. Tapi sayangnya orang-orang yang berada di dua bidang yang masing-masing mempunyai tanggung jawab sangat besar ini justru mendapatkan ”balasan” yg tidak setimpal, tentara sudah pasti taruhannya nyawa meskipun situasi bangsa untuk saat ini aman dan jauh dari perang tapi bukan berarti nyawa para tentara kita aman-aman saja, ada saja yg harus merelakan nyawanya bukan dimedan tempur tapi justru di medan latihan tempur alias tempur boongan, helikopter jatuh, pesawat hercules jatuh meledak, tank amphibi tenggelam dan serangkaian kejadian lain yg diakibatkan oleh kelalaian para pemimpin bangsa ini. Lihat Sukhoi sepertinya asal bisa terbang saja, berita terakhir yg saya tau Sukhoi kita masih ”perawan” tanpa amunisi ataupun senjata lainnya, ngaco ga sih?!.

Petani, 260 juta sekian rakyat Indonesia makan nasi, negara agraris sebutan untuk Indonesia tercinta, tapi dimana kesejahteraan para petani ? Yang ada malah kesulitan mendapatkan pupuk, meskipun harga bahan pokok naik tapi justru kehidupan petani semakin memburuk. Pemerintah yang hanya berkoar-koar persediaan pangan mencukupi bla bla bla dan ini itu yg lain, Prabowo dengan HKTI pun sepertinya hanya bisa teriak2-teriak menyalahkan manajemen buruk pemerintah. Ah bisakah seseorang yg harga kudanya saja miliran rupiah menerapkan standar ekonomi kerakyatan yg selalu dikoar-koarkan?!.

Petani dan TNI garis depan terpenting bangsa ini. Tapi maaf untuk para petani dan TNI, maaf tak ada jatah lebih untuk kalian, “kue-kue” itu sudah habis diperebutkan di istana dan di gedung-gedung DPR sedangkan pajak yang kami bayarkan mungkin sudah habis dikemplang para petugas pajak.

Petani akan selalu dan terus berusaha mencari pupuk atau justru mungkin akan membuat pupuk alternatif sendiri. Bagi TNI sepertinya profesi tukang ojek masih bisa dijadikan alternatif selain bodyguard ataupun menjadi bandar togel seperti di daerah saya.
|
This entry was posted on Senin, Juli 19, 2010 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments: